Jaksa-Farizal

Jaksa Farizal Diperiksa KPK

September 21, 2016
198 Views

 JAKARTA (MAnews) – KPK memeriksa Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengurusan perkara dugaan gula impor ilegal dan tanpa Standar Nasional Indonesia (SNI) seberat 30 ton.

Berdasarkan pantauan, Farizal hadir di kantor KPK Jakarta sekitar pukul 11.45 WIB. Farizal tidak menggunakan seragam kejaksaan dikawal oleh enam orang jaksa dari Jaksa Agung Muda bagian Pengawasan (Jamwas) dengan mengenakan seragam korps Adhyaksa dari Kejaksaa Agung.

“Pada hari ini penjadwalan ulang pemeriksaan tersangka F (Farizal) karena sebelumnya Senin lalu penyidik memanggil yang bersangkutan untuk diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan uang untuk pengurusan perkara tapi yang bersangkutan saat itu berada di Jakarta, jadi kami berkoordinasi dengan Jamwas,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha.

Koordinasi itu dilakukan karena Jamwas Kejagung juga sedang memeriksa Farizal secara etik.

“Karena infonya yang bersangkutan diperiksa terkait etik dan hasilnya koordinasi dengan pihak Kejagung mengantarkan yang bersangkutan untuk diperiksa sebagai tersangka di KPK, tapi proses pemeriksaan KPK berjalan pararel dengan pemeriksaan etik di Kejagung sehingga tidak perlu saling menunggu,” ujar Priharsa.

Priharsa juga belum bisa memastikan apakah Farizal akan langsung ditahan seusai diperiksa.

Farizal merupakan tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengurusan kuota gula impor yang diberikan oleh Bulog kepada CV Semesta Berjaya tahun 2016 untuk provinsi Sumatera Barat.

Farizal diduga menerima Rp365 juta dalam empat kali penyerahan dari Direktur Utama CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto yang menjadi terdakwa kasus dugaan gula impor ilegal dan tanpa Standar Nasional Indonesia (SNI) seberat 30 ton.

Sebagai imbalannya, Farizal dalam proses persidangan juga betindak seolah sebagai pensihat hukum Xaverius seperti membuat eksekpsi dan mengatur saksi yang menguntungkan Xaveriandy.

Xaveriandy dan istrinya Memi disangkakan berdasarkan pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 201 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 KUHP.

Pasal tersebut berisi tentang memberi atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya dengan ancaman pidana paling singkat 1 tahun dan lama 5 tahun ditambah denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp250 juta.

Farizal disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 junto UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (ADS)

Facebook Comments
FacebookTwitterGoogle+LinkedIn

Leave A Comment