Ratna Sarumpaet Terkait Ahok, KPK Berupaya Mengulur-Ulur Waktu

Ratna Sarumpaet: Terkait Ahok, KPK Berupaya Mengulur-Ulur Waktu

September 15, 2016
210 Views

 JAKARTA (MAnews) – Mantan aktivis era 1998 yang tengah getol menyoroti kinerja Gubernur DKI Jakarta – Basuki Tjahaja Purnama, Ratna Sarumpaet, menggugat lima pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat karena tidak jua membuka kasus yang diduga melibatkan Gubernur DKI Jakarta – Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kepada publik.

Ratna bersama sejumlah penggugat lainnya berusaha mendatangi kantor KPK, Kamis pagi (15/09/2016) tadi, Ratna mendatangi Kantor KPK dengan membawa salinan gugatan yang ia ajukan sekaligus mendesak agar Para pimpinan KPK segera merespon perihal gugatannya.

Ratna menuntut KPK untuk membuka kepada publik terkait kelanjutan penyelidikan atas tiga kasus yang diduga menjerat Ahok, yakni kasus pembelian lahan rumah sakit Sumber Waras, pembelian lahan di Cengkareng Barat, dan Rancangan Peraturan Daerah (RAPERDA) Tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta.

Bahwa kita telah menggugat kpk, karena kami sudah beberapa kali meminta ketemu (Pimpinan KPK) tetapi tidak ditanggapi dan itu sebenarnya melanggar Pasal 22 uu kpk 2003, karena mereka berkewajiban melaporkan kepada publik perjalanan kasus seseorang yang masuk kesini (KPK) dan diantara kita salah satunya pelapor, jadi kita sudah menggugat ke pengadilan supaya pengadilan yang memaksa KPK untuk melaporkan kepada publik” ujar Ratna.

Ratna pula menambahkan bahwa telah melayangkan sejumlah permintaan kepada sejumlah lembaga yang terkait dengan penyelenggaraan Pemilu, tekait Pemilu Kepala Daerah (PILKADA) DKI Jakarta 2017, agar tidak meloloskan calon yang belum jelas posisi hukumnya atas sejumlah kasus yang dituduhkan dan belum dinyatakan “Bersih” oleh lembaga pemberantasan korupsi ini.

Karena kita sebentar lagi akan ada pilkada, kita juga menegur semua lembaga untuk tidak menerimaan seorang calon gubernur atau calon wagub yang kasusnya masih tersangkut di KPK” ujar Ratna.

Ditanya soal jawaban apa yang paling ditunggu oleh Ratna dari KPK, Ratna berkelakar:

Jadi kita desak KPK-nya supaya buka korupsi atau tidak, kalau ngga korupsi ya boleh donk (Mencalonkan Diri), tetapi kalau memang korupsi ya harus dikasih tau, jangan didiemin aja kaya dibuat ngambang, ini terkait kasus Ahok (RS) Sumber Waras, Reklamasi (Pantai), dan (Lahan Di) Cengkareng. (Terkait Lahan Di) Cengkareng memang belum masuk kesini, tapikan segala sesuatu yang didugaada kaitannya dengan korupsi harusnya mereka pro aktif donk” kelakar Ratna.

Terkait aksi bungkam terhadap beragam desakan publik agar KPK tidak berlarut-larut terhadap kasus yang menduga keterlibatan Ahok, Ratna meminta agar KPK melakukan upaya sejenis jemput bola dan lebih komunikatif terhadap berbagai polemik yang terjadi ditataran publik.

Kita berharap mereka pro aktif supaya jangan berlarut-larut sidang. buat kita yang penting kejelasan. KPK tidak bisa menjawab pada publik, tidak ada niat jahat, karena itu tidak ada di dalam rumusan hukum. saya sudah berulang kali mencoba ketemu dengan pimpinan KPK, tetapi sepertinya menghindar. kita hanya mau ketemu supaya ada komunikasi, kan mereka ngga tau apa yang mau kita bicarakan sama mereka, berulang kali kita mau ketemu. Kita sebagai warga negara hanya butuh kejelasan, kita butuh kasus yang kita laporkan digarap benar-benar, supaya tidak ada kesimpang-siuran. di lembaga ini kan kita juga ikut bayar, kalau perlu kita bubarin kalau sudah tidak bisa kerja.” tegas Ratna.

Jurnalis MATA ANGIN NEWS MULTIMEDIA berusaha menjumpai sejumlah pimpinan KPK untuk meminta konfirmasi, namun tidak bersedia untuk memberikan pernyataan, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Alexander Marwata saat dijumpai, hanya menyatakan siap menghadapi gugatan yang diajukan aktivis Ratna Sarumpaet.

Kalau kita dipanggil pengadilan ya kita datang,” kata Alexander di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Kamis (15/9/2016).

Menurut Alex, adalah hak Ratna untuk mengajukan gugatan jika merasa tak puas dengan kinerja KPK. Namun ia menegaskan penyelidikan yang dilakukan tidak akan terpengaruh dengan gugatan itu.

Ya sudah kalau soal gugat menggugat hak masyarakat kan. Kita layani lah,” ucap Alex singkat.(ADS)

Facebook Comments
FacebookTwitterGoogle+LinkedIn

Leave A Comment