simon-warikar

Ternyata Simon Warikar Dianiaya di Polres Biak

September 12, 2016
198 Views

Jayapura, (MAnews) – Warga Korido, Supiori Selatan, Papua Simon Warikar (43) mengalami tindak pidana kekerasan Kepolisian Resort (Polres) Biak Numfor dalam tahanan Polres setempat, Minggu (21/8/2016).

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kyadawun, Imanuel Rumayom mengatakan, korban Simon Warikar dalam keadaan mabuk di rumah kos Samofa, Biak Saat itu korban mau istirahat namun ada bunyi suara musik yang keras di tetangga , sehingga korban merasa terganggu. Akibatnya, korban memecahkan dua kaca jendela rumah kos tersebut.

“Setelah itu korban dan salah satu saudara di rumah duduk sambil bercerita, sementara itu ibu kos melaporkan kejadian tersebut kepada Polisi agar korban diamankan,” kata Imanuel Rumayomi melalui rilis yang diterima MATA ANGIN NEWS MULTIMEDIA, Minggu (28/8/2016).

Saat itu, katanya, polisi datang dan mengamankan korban untuk dibawah ke kantor Polres Biak Numfor. Ketika itu salah satu adik korban bernama Zet Kabo Warikar meminta kepada polisi untuk ikut serta ke Polres menjaga korban, namun Polisi berkata ‘cuma mau diamankan saja, dan ketika nanti sadar akan dipulangkan’.

“Sampai tiba di sana korban didorong ke dalam sel. Saat itu korban terjatuh dan menginjak kursi sehingga patah. Sehingga perlakuan tersebut tidak diterima oleh korban, korban saat mau menentang, langsung dipukul oleh beberapa anggota Polisi lebih dari dua orang (pengeroyakan di dalam sel) saat itu tahanan lain juga ikut menyaksikan kekerasan tersebut,” tuturnya.

Akibatnya, lanjut Imanuel, tiga tulang rusuk korban patah, limpah pecah (telah dioperasi), pelipis pecah dan memar di bagian tubuh. “Saat itu juga ada salah satu anggota Polisi berkata, kau ganti kursi yang kau kasih patah. Lalu korban berkata saya akan ganti kursi, tapi seandainya ada bagian tubuh saya yang rusak kau bisa ganti atau tidak,” katanya.

Salah satu polisi memaksa korban mandi saat itu korban menangis karena kesakitan, saat itu korban tidak bisa mengangkat tangan lagi. Setelah itu korban dibawah ke RSUD Biak.

“Karena keadaan darurat limpah korban pecah sehingga korban langsung dioperasi (dikeluarkan limpahnya) pada tanggal 23 Agustus 2016. Pada tanggal 25 Agustus 2016 keluarga korban didampingi LBH Kyadawun Biak membuat Laporan Polisi Nomor : 364/VIII/2016/Papua/Res Biak di Polres Biak Numfor,”katanya.

Terduga pelaku kekerasan adalah anggota Polres Biak Numfor, yakni anggota yang saat piket jaga hari Minggu pagi, (21/08/2016). Sehingga, pihaknya melakukan tindak lanjut. membuat laporan polisi dipolres biak numfor (pasal 351 ayat 2) penganiyaan berat dan (pasal 170 ayat 2 bagian 1) pengeroyokan mengakibatkan luka berat.

Terpisah, Kabid Humas Polda Papua, AKBP. Patrigde Renwarin mengatakan, terkait kejadin itu Kapolres Biak telah menetapkan dispilin terhadap bawahannya.

“Kalau tidak salah Kapolres Biak sudah tetapkan aturan dispilin. Itu saya lihat di media sepintas saja,” kata Renwarin kerika dikonfirmasi MATA ANGIN NEWS MULTIMEDIA, Minggu (28/8/2016). (LW/DLL)

Facebook Comments
FacebookTwitterGoogle+LinkedIn

Leave A Comment