Donastus Tuding Ada Upaya Biaskan Kasus Sound System ke Ranah Politik

Donastus Tuding Ada Upaya Biaskan Kasus Sound System ke Ranah Politik

May 23, 2016
428 Views

JAKARTA (MA) – Mantan Wakil Bupati Fakfak, Donatus Nimbitkendik menyesalkan pernyataan Kajari Fakfak dan seorang pejabat Pemkab Fakfak yang menuding dirinya mempolitisir kasus mark up pengadaan sound system dan panggung ringging HUT ke-113 Kabupaten Fakfak. Dia justru menuding orang-orang inilah yang telah mengarahkan opini public dan mempolitisi kasus hukum ini menjadi kasus politik.

“Saya tidak sedang bicara politik, saya sedang bicara kasus hukum yang merugikan keuangan daerah Fakfak. Jangan justru apa yang saya ungkapkan dipolitisir sehingga kasus ini seakan-akan merupakan dampak kasus politik. Selama ini mungkin para koruptor itu menganggap saya buta. Saya ini orang normal bisa merasakan, melihat dan mendengar laporan masyarakat. Kalau sekarang saya terpanggil untuk mengungkapkan kebenaran, apakah salah?” kata Donastus.

Mantan Wakil Bupati Fakfak ini mengatakan selain kasus mark up sound system senilai Rp 4,3 milyar ini, dia juga mencatat kasus dugaan korupsi dana kampung Kabupaten Fakfak senilai Rp 28 Milyar, di mana bupati dituding hanya membagikan dana pemberdayaan kampung di tahun 2012, sementara dalam anggaran 2010 dan 2011 dananya tak pernah dicairkan.

Tak cuma itu, Bupati Uswanas juga diduga “bermain” dalam kasus alat-alat kesehatan (alkes) RSUD Fakfak senilai Rp 24 milyar, dimana sejumlah besar alkes yang didatangkan sudah rusak dan tidak bisa dipergunakan. Bahkan akibat kejadian ini seorang pejabat RSUD Fakfak mengundurkan diri karena tidak mau menandatangani berita acara penyerahan barang. Kedua kasus ini pun tak pernah diselesaikan secara hukum, padahal hukum panglima di negeri ini.

Sementara Direktur PASTI Indonesia, Susanto malah menantang Bupati, Kajari Fakfak atau pejabat terkait termasuk kerabat bupati Munajat Uswanas untuk melaporkan dirinya jika memang terbukti telah melakukan fitnah terhadap mereka.

“Saya minta Bupati Fakfak tak perlu sungkan melaporkan saya ke polisi jika memang dianggap telah mencemarkan nama baiknya. Tapi saya juga meminta Bupati Fakfak tidak menggunakan elemen masyarakat untuk diadu atau berpolemik dengan Pak Donastus. Dan Pak Bupati tolong jelaskan kepada publik, siapa itu Munajat Uswanas, direktur CV Inaya Permai yang memenangkan tender sound system tersebut, apa hubungan Pak Munajat dengan pak bupati? Coba jelaskan dengan jantan, jangan sembunyi dan memanfaatkan oknum ormas dan Kajari Fakfak untuk berpolemik dengan Pak Donastus,” kata Susanto.

Dia meminta Bupati Muhammad Uswanas menjelaskan kalau Pak Munajat Uswanas bukan siapa-siapa pak bupati, apakah mungkin perusahaannya yang berbentuk CV bisa mengalahkan dua PT. “Logikanya, sebuah PT dianggap lebih bonafit dari CV, tapi mengapa para pengguna anggaran bisa tutup mata dan memenangkan CV Inaya kalau proyek ini bukan proyek yang diatur. Buat Pak Kajari, mengapa sampai sekarang sejak Anda mengeluarkan memo penghentian pemeriksaan terhadap Pak Munajat, kasus ini tak pernah diungkapkan lagi perkembangannya kepada publik. Ayolah Pak Bupati dan Pak Kajari, jangan bercanda terus!” sindir pria yang akrab dipanggil Along ini sambil berseloroh.

Along mengaku dirinya juga merasa geli (lucu) ketika Untung Tamsil, salah seorang pejabat suruhan Bupati Fakfak berkoar-koar melalui media social facebook bahwa Bupati Fakfak akan mengadakan konfrensi pers terkait dugaan mark up pengadaan Sound System pada Senin (23/5) ini. Namun ternyata press conference itu malah dibatalkan dengan alasan Pak Bupati tidak siap. “Kami tunggu sampai Pak Bupati siap menjelaskan siapa itu Munajat Uswanas dan siapa komisaris dua PT yang dikalahkan oleh Pak Munajat. Apakah mereka juga merupakan kerabat dekat Pak Bupati, atau malah salah satu anak emas Pak Bupati?” tantang Susanto. (w2)

Facebook Comments
FacebookTwitterGoogle+LinkedIn

Leave A Comment